UNP Perkuat Kompetensi Konselor Kampus melalui Integrasi IPLT untuk Pemulihan Psikologis dan Resiliensi Mahasiswa
PADANG,
12 Agustus 2026 – Universitas Negeri Padang (UNP)
terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan
mental mahasiswa melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Penguatan
Kompetensi Konselor dan Konselor Sebaya melalui Integrasi IPLT dalam Layanan
Konseling Kampus untuk Pemulihan Psikologis dan Peningkatan Resiliensi
Mahasiswa.”
Kegiatan
yang dilaksanakan di Padang pada Rabu (12/8/2026) ini melibatkan sembilan
konselor dari Subdirektorat Layanan Bimbingan dan Konseling (BK) dan
Disabilitas Universitas Negeri Padang. Program tersebut menjadi langkah
strategis dalam memperkuat kapasitas tenaga konseling kampus melalui
pemanfaatan pendekatan inovatif Ifdil
Perceptual Light Technique (IPLT) untuk mendukung layanan konseling
yang lebih adaptif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan psikologis
mahasiswa.
Program
pengabdian ini dipimpin oleh Prof. Ifdil, S.HI., S.Pd., M.Pd., Ph.D., Kons.,
Guru Besar Departemen Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan UNP,
bersama tim yang terdiri atas Nilma Zola, S.Pd., M.Pd., Jeki Haryanto, S.Si.,
M.Pd., dan Prof. Nellitawati, S.Pd., M.Pd., Ph.D. Kegiatan juga melibatkan
mahasiswa Departemen Bimbingan dan Konseling serta bermitra dengan
Subdirektorat Layanan BK dan Disabilitas UNP yang dikoordinasikan oleh Dr. Dina
Sukma, S.Psi., S.Pd., M.Pd., Kons.
Menjawab Tantangan Kesehatan Mental Mahasiswa
Peningkatan
kebutuhan layanan konseling di lingkungan perguruan tinggi menjadi salah satu
latar belakang pelaksanaan kegiatan ini. Mahasiswa menghadapi berbagai
tantangan psikologis, mulai dari kecemasan akademik, tekanan sosial, konflik
interpersonal, hingga pengalaman traumatis yang dapat memengaruhi kesejahteraan
psikologis dan keberhasilan studi.
Berdasarkan
data yang dihimpun dalam dokumen program pengabdian, jumlah kasus yang
ditangani layanan konseling UNP meningkat dari sekitar 180 kasus per semester
pada 2021 menjadi 340 kasus per semester pada 2024. Permasalahan yang ditangani
mencakup kecemasan akademik, depresi, krisis identitas, konflik interpersonal,
dan trauma psikologis.
Kondisi
tersebut menunjukkan pentingnya peningkatan kompetensi konselor sekaligus
pengembangan inovasi layanan yang mampu menjangkau mahasiswa secara lebih luas.
Ketua
Tim Pengabdian, Prof. Ifdil, menekankan bahwa penguatan kompetensi konselor
merupakan bagian penting dari upaya membangun ekosistem kampus yang peduli
terhadap kesehatan mental mahasiswa.
Menurutnya,
layanan konseling di perguruan tinggi perlu terus berkembang mengikuti
kompleksitas permasalahan psikologis mahasiswa. Konselor tidak hanya dituntut
menguasai pendekatan konseling konvensional, tetapi juga perlu memiliki
keterampilan dalam memanfaatkan inovasi intervensi psikologis yang relevan
dengan kebutuhan mahasiswa masa kini.
Melalui
kegiatan ini, tim pengabdian berupaya memperkenalkan sekaligus memperkuat
keterampilan konselor dalam mengintegrasikan IPLT sebagai salah satu alternatif
pendekatan intervensi singkat (brief intervention) dalam praktik
konseling kampus.
IPLT sebagai Inovasi dalam Layanan Konseling Kampus
Ifdil
Perceptual Light Technique (IPLT) merupakan pendekatan konseling yang
dikembangkan untuk membantu individu mengelola pengalaman emosional melalui
proses visualisasi, rekonstruksi persepsi, dan pemaknaan kembali pengalaman
psikologis.
Dalam
penerapannya, IPLT didukung oleh perangkat IP-Light Technologies Gen 2,
yang memanfaatkan stimulasi visual berbasis cahaya sebagai alat bantu dalam
proses konseling.
Pendekatan
ini telah menjadi bagian dari pengembangan riset dan inovasi tim dalam bidang
konseling, khususnya terkait penanganan kecemasan, fobia, trauma psikologis,
dan permasalahan emosional lainnya.
Melalui
integrasi IPLT, konselor diharapkan memiliki alternatif strategi intervensi
yang dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan konseli, tanpa mengabaikan
prinsip profesionalitas, asesmen, etika, serta tindak lanjut layanan.
Penguatan
kompetensi dalam program ini mencakup pemahaman konsep dasar IPLT, prosedur
intervensi, teknik visualisasi terapeutik, komunikasi empatik, analisis kasus
psikologis mahasiswa, serta pengembangan keterampilan praktik melalui diskusi
dan simulasi konseling.
Pendekatan
pelatihan dirancang berbasis experiential learning, sehingga peserta
tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga memiliki kesempatan
mengembangkan keterampilan aplikatif dalam konteks layanan konseling perguruan
tinggi.
Mengembangkan Konselor Sebaya sebagai Sistem Dukungan
Psikologis
Selain
meningkatkan kompetensi konselor profesional, program ini juga diarahkan untuk
memperkuat pengembangan konselor sebaya (peer counselor) sebagai bagian
dari sistem dukungan kesehatan mental mahasiswa.
Konselor
sebaya dipandang memiliki peran strategis karena mahasiswa sering kali lebih
nyaman mengungkapkan permasalahan awal kepada teman yang dianggap memahami
pengalaman dan situasi mereka.
Melalui
pengembangan program konselor sebaya, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh
dukungan psikologis awal, komunikasi yang empatik, serta akses rujukan kepada
konselor profesional ketika menghadapi permasalahan yang membutuhkan penanganan
lebih lanjut.
Penguatan
sistem konselor sebaya juga menjadi salah satu strategi untuk memperluas
jangkauan layanan kesehatan mental di lingkungan kampus, sekaligus membangun
budaya saling peduli dan mendukung antarmahasiswa.
Dalam
pelaksanaannya, program ini dirancang secara bertahap melalui pelatihan,
pendampingan, pengembangan panduan operasional, supervisi, serta monitoring dan
evaluasi untuk memastikan keberlanjutan layanan.
Kolaborasi Akademisi dan Unit Layanan Kampus
Keterlibatan
Subdirektorat Layanan BK dan Disabilitas UNP menjadi bagian penting dalam
pelaksanaan program ini. Sebagai unit yang memberikan layanan konseling
individual, konseling kelompok, konsultasi psikologis, dan psikoedukasi,
subdirektorat tersebut memiliki peran langsung dalam mendampingi mahasiswa
menghadapi berbagai persoalan psikologis.
Kolaborasi
antara tim akademisi Departemen Bimbingan dan Konseling FIP UNP dan unit
layanan kampus diharapkan dapat mempercepat proses pemanfaatan hasil penelitian
serta inovasi perguruan tinggi dalam praktik pelayanan kepada mahasiswa.
Kegiatan
ini juga menjadi ruang penguatan sinergi antara pengembangan ilmu pengetahuan,
inovasi teknologi konseling, dan kebutuhan nyata layanan kemahasiswaan.
Didukung Program Pengabdian UNP Berdampak
Kegiatan
ini merupakan bagian dari Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) Tahun 2026,
dengan dukungan pendanaan pengabdian Universitas Negeri Padang melalui Lembaga
Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNP.
Program
tersebut mencerminkan komitmen perguruan tinggi dalam mendorong pemanfaatan
hasil riset dan inovasi dosen untuk memberikan solusi terhadap permasalahan
nyata di lingkungan pendidikan tinggi.
Secara
lebih luas, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development
Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera serta
SDG 4 tentang pendidikan berkualitas.
Melalui
penguatan kompetensi konselor dan pengembangan sistem konselor sebaya berbasis
IPLT, Universitas Negeri Padang berharap dapat menghadirkan model layanan
konseling kampus yang semakin responsif, inklusif, dan berkelanjutan.
Program
ini diharapkan tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas layanan
konseling di UNP, tetapi juga menjadi salah satu model inovasi layanan
kesehatan mental mahasiswa yang berpotensi dikembangkan dan direplikasi oleh
perguruan tinggi lainnya.
Dengan demikian, penguatan kompetensi konselor
melalui integrasi IPLT menjadi bagian dari upaya UNP membangun lingkungan
kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peduli terhadap
kesejahteraan psikologis dan ketangguhan mahasiswa dalam menghadapi berbagai
tantangan kehidupan.
- 0 Comment(s)
Comments
Please login to post a comment
0 comments