Dosen Bimbingan dan Konseling UNP Implementasikan Aplikasi Digital Pengolahan AUM untuk Mendukung Manajemen Masalah Siswa di Kota Solok

Dosen Bimbingan dan Konseling UNP Implementasikan Aplikasi Digital Pengolahan AUM untuk Mendukung Manajemen Masalah Siswa di Kota Solok

Kota Solok, 11 Agustus 2026 — Dosen Bimbingan dan Konseling melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan menghadirkan inovasi digital dalam pengolahan Alat Ungkap Masalah (AUM) Seri-Umum bagi guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMP yang tergabung dalam Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMP Kota Solok.

Kegiatan yang mengusung tema “Implementasi Aplikasi Digital Pengolahan AUM Seri-Umum Berbasis Website untuk Manajemen Masalah Siswa bagi Guru BK SMP di Kota Solok” tersebut dilaksanakan pada Selasa, 11 Agustus 2026, bertempat di SMPN 2 Kota Solok. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru BK dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mengidentifikasi, mengolah, dan memetakan berbagai permasalahan yang dialami siswa secara lebih efektif dan sistematis.

Kegiatan pengabdian diketuai oleh Nilma Zola, S.Pd., M.Pd., dengan anggota tim Prof. Ifdil, S.HI., S.Pd., M.Pd., Ph.D., Kons. dan Soeci Izzati Adlya, S.Pd., M.Pd. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan dua mahasiswa, yaitu Annisaislami Khairati dan Nur Adila Wafiqoh Zulvi, sebagai bagian dari keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, para guru BK diperkenalkan dengan aplikasi digital pengolahan AUM Seri-Umum berbasis website. Aplikasi tersebut dirancang untuk membantu guru BK dalam mengelola data hasil pengungkapan masalah siswa sehingga proses identifikasi kebutuhan layanan bimbingan dan konseling dapat dilakukan secara lebih praktis, terstruktur, dan efisien.

AUM Seri-Umum merupakan salah satu instrumen yang dapat dimanfaatkan guru BK untuk memperoleh gambaran mengenai berbagai permasalahan yang dialami siswa. Dengan dukungan teknologi berbasis website, proses pengolahan data yang sebelumnya dapat membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup besar dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.

Ketua kegiatan, Nilma Zola, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa transformasi digital dalam layanan BK menjadi salah satu kebutuhan penting bagi guru BK saat ini. Guru BK tidak hanya dituntut memiliki kompetensi dalam memberikan layanan konseling, tetapi juga perlu mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung pengelolaan data dan pengambilan keputusan dalam pemberian layanan.

“Pemanfaatan aplikasi digital ini diharapkan dapat membantu guru BK memperoleh data permasalahan siswa secara lebih cepat dan sistematis. Data tersebut selanjutnya dapat menjadi dasar dalam menentukan prioritas kebutuhan serta merancang layanan bimbingan dan konseling yang lebih sesuai dengan kondisi siswa,” ujar Nilma Zola.

Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai konsep dan manfaat aplikasi, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan praktik secara langsung. Para guru BK diarahkan untuk memahami tahapan penggunaan aplikasi, mulai dari pengolahan data AUM Seri-Umum hingga pemanfaatan hasil pengolahan tersebut sebagai bahan dalam manajemen masalah siswa.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para guru BK aktif mengikuti penjelasan, melakukan praktik penggunaan aplikasi, serta berdiskusi mengenai berbagai kondisi yang mereka temui dalam pelaksanaan layanan BK di sekolah.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kompetensi profesional guru BK, khususnya dalam menghadapi tuntutan digitalisasi layanan pendidikan. Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan guru BK diharapkan dapat menciptakan hubungan yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan sekolah dalam pengembangan layanan bimbingan dan konseling berbasis teknologi.

Melalui implementasi aplikasi digital pengolahan AUM Seri-Umum berbasis website ini, tim pengabdian berharap guru BK SMP di Kota Solok dapat mengoptimalkan pemanfaatan data siswa sebagai dasar penyusunan program layanan BK. Dengan demikian, layanan yang diberikan dapat menjadi lebih tepat sasaran, responsif terhadap kebutuhan siswa, serta mendukung terciptanya proses pendidikan yang lebih optimal.

Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam memperkuat praktik profesional bimbingan dan konseling di sekolah. Ke depan, inovasi serupa diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga guru BK memiliki berbagai perangkat digital yang dapat mendukung pelaksanaan layanan secara efektif, efisien, dan berbasis data.

  • 0 Comment(s)