Mahasiswa BK UM Didorong Jadi Konselor Tangguh di Era VUCA

Mahasiswa BK UM Didorong Jadi Konselor Tangguh di Era VUCA

Malang, 22 Oktober 2025 — Departemen Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (FIP UM) menggelar seminar bertema “Menjadi Mahasiswa BK Tangguh di Era VUCA: Mengelola Diri Menuju Konselor Masa Depan yang Adaptif” di Aula FIP UM. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB) 2025, yang melibatkan kerja sama antara Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Pattimura (UNPATTI), Ikatan Konselor Indonesia (IKI), dan CV Solusi Cipta Media, serta didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Riset.

Acara ini dihadiri oleh Ketua Departemen BK UM, Dr. Diniy Hidayatur Rahman, S.Pd., M.Pd., dan Sekretaris Departemen, Widya Multisari, S.Pd., M.Pd., serta Koordinator Konsorsium RIKUB, Prof. Ifdil, S.HI., M.Pd., Ph.D., Kons dari UNP. Turut hadir pula Ketua Tim UM, Dr. Khairul Bariyyah, M.Pd.Kons., dan Ketua Tim UNPATTI, Dr. Paul Arjanto, M.Pd., bersama seluruh tim peneliti dan mahasiswa BK UM.

Dalam sambutannya, Awalya Siska Pratiwi, M.Pd selaku Ketua Panitia menegaskan pentingnya membentuk karakter mahasiswa BK yang tangguh dan adaptif menghadapi tantangan dunia konseling di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity). “Sebagai calon konselor masa depan, mahasiswa perlu tidak hanya sehat secara fisik dan mental, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola diri serta berpikir adaptif menghadapi perubahan yang cepat,” ujarnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 134 mahasiswa Bimbingan dan Konseling dari berbagai angkatan. Melalui sesi seminar, peserta diajak untuk memahami strategi pengelolaan diri, memperkuat ketahanan emosional, dan mengembangkan keterampilan adaptif dalam menjalankan peran konselor profesional.

Seminar ini juga menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis Universitas Negeri Malang ke-61, yang tahun ini mengusung tema “Sehat, Bergerak, dan Berdampak.” Tema tersebut senada dengan semangat kegiatan Departemen BK UM yang menekankan pentingnya peran konselor dalam menjaga kesehatan mental masyarakat dan menciptakan perubahan positif di dunia pendidikan.

“Kerja sama lintas universitas dalam RIKUB ini menunjukkan sinergi nyata antarperguruan tinggi untuk menghasilkan riset yang relevan dan berdampak,” tambah Ibu Awal. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Departemen BK UM dan seluruh pihak yang berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Seminar diakhiri dengan harapan agar mahasiswa BK UM semakin siap menjadi konselor profesional yang berdaya saing global, adaptif terhadap perubahan, dan berkomitmen pada kesejahteraan psikologis individu serta masyarakat.

  • 0 Comment(s)